Motor MotoGP 2027 Lebih Ringan, Pebalap Ungkap Sensasi Baru Mesin 850cc

Selasa, 20 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

KONTRAS  – Motor MotoGP 2027 akan menghadirkan perubahan besar setelah era mesin 1.000 cc berakhir. Prototipe bermesin 850 cc yang mulai diuji sejumlah pabrikan mendapatkan respons positif dari beberapa pebalap, terutama terkait bobot, karakter berkendara, dan tuntutan fisik saat berada di lintasan.

Perubahan regulasi tersebut tidak hanya menyangkut kapasitas mesin. MotoGP juga membatasi pengembangan aerodinamika, menghapus perangkat pengatur ketinggian motor, serta mengganti Michelin dengan Pirelli sebagai pemasok ban mulai musim 2027. Kombinasi perubahan ini membuat karakter motor generasi baru berbeda dari mesin yang digunakan saat ini.

Takaaki Nakagami pebalap memberikan penilaian positif terhadap motor baru tersebut. Dalam laporan Motorsport.com, mantan pebalap LCR Honda itu mengungkapkan,

“Bagi saya, ya, saya lebih menyukai motor ini dibandingkan motor 1.000 cc.” kata Nakagami dalam laporan Motorsport yang diakses Selasa (20/10/2026).
Ia juga menyoroti ukuran perangkat aerodinamika yang lebih kecil. “Selain itu, ukuran perangkat aerodinamikanya sedikit lebih kecil,” ujarnya.

Nakagami menilai perubahan tersebut memberikan pengalaman berkendara yang berbeda. Ia pun menegaskan, “Saya menyukainya. Saya sangat menikmati mengendarainya.”

Pol Espargaro Soroti Tenaga dan Bobot Motor

Penilaian positif juga datang dari Pol Espargaro, pebalap penguji KTM. Ia menilai motor bermesin 850 cc menawarkan karakter yang lebih sesuai dengan arah regulasi baru, terutama karena motor generasi sekarang memiliki tenaga besar dan menuntut kemampuan fisik yang tinggi.

“Saya akan memilih motor 850 cc. Motor 1.000 cc sangat menguras fisik. Menurut saya, motor itu lebih berbahaya karena tenaganya jauh lebih besar,” kata Pol .

Menurut Pol, pengurangan kapasitas mesin bukan satu-satunya faktor yang mengubah karakter motor. Bobot dan karakter ban turut memengaruhi cara pebalap mengendalikan motor saat mengerem, menikung, hingga berakselerasi.

“Dengan mesin 850 cc, semuanya berubah. Motornya jauh lebih mudah dikendalikan, lebih ringan, dan bannya jauh lebih lunak,” ujarnya.

Penilaian tersebut memberikan gambaran bahwa pengembangan motor MotoGP 2027 tidak hanya mengejar kecepatan puncak. Kemudahan pengendalian dan konsistensi pebalap selama balapan juga menjadi faktor penting.

Luca Marini Sebut Pebalap Moto2 Bisa Diuntungkan

Luca Marini melihat perubahan karakter motor dari sisi adaptasi pebalap. Penggunaan ban Pirelli dan mesin berkapasitas lebih kecil dinilai dapat membuat karakter motor generasi baru lebih dekat dengan motor Moto2.

“Saya pikir pebalap yang datang dari Moto2 akan memiliki keuntungan besar dibandingkan transisi dari Moto2 ke MotoGP pada masa sebelumnya,” kata Marini.

Jika penilaian tersebut terbukti dalam praktik, pebalap yang naik kelas pada musim 2027 berpotensi lebih mudah menyesuaikan diri. Meski begitu, mereka tetap harus menghadapi tenaga mesin yang lebih besar dan kompleksitas teknis motor kelas utama.

Maverick Vinales: Seperti Moto2 dengan Mesin Bertenaga

Maverick Vinales juga memberikan gambaran menarik setelah mencoba prototipe generasi baru. Ia menilai motor tersebut lebih mudah dikendarai dan tidak terlalu menguras fisik.

“Motor generasi berikutnya jauh lebih mudah dikendarai dan secara fisik juga tidak terlalu menguras tenaga. Saya menjajal beberapa putaran dan rasanya mudah. Saya menyelesaikan 11 putaran berturut-turut tanpa merasa kelelahan,” ujar Vinales.

Ia kemudian menggambarkan karakter motor tersebut dengan perbandingan yang cukup mencolok.

“Rasanya seperti mengendarai Moto2 dengan mesin yang bertenaga. Rasanya sangat menyenangkan,” katanya.

Pernyataan itu menggambarkan kesan awal Vinales terhadap prototipe baru, bukan berarti motor MotoGP 2027 memiliki performa yang sama dengan motor Moto2.

Persaingan MotoGP 2027 Masih Harus Dibuktikan

Perubahan mesin, aerodinamika, dan ban akan memengaruhi strategi pengembangan setiap pabrikan. Motor yang lebih ringan dan tidak terlalu menguras fisik berpotensi membantu pebalap menjaga konsistensi sepanjang balapan.

Namun, karakter yang lebih mudah dikendalikan tidak otomatis membuat persaingan menjadi lebih merata. Kemampuan pabrikan mengembangkan mesin, sasis, elektronik, serta menyesuaikan setelan dengan ban Pirelli tetap akan menentukan hasil di lintasan.

Penilaian awal para pebalap menunjukkan bahwa regulasi 2027 membawa perubahan mendasar pada karakter motor. Namun, seberapa besar dampaknya terhadap persaingan baru akan terlihat ketika seluruh pabrikan bertarung dalam balapan resmi.***

Berita Terkait

Karhutla Gunung Lawu Makin Meluas, Pemkab Karanganyar Tetapkan Status Tanggap Darurat
Masa Depan Manufaktur Otomotif: Ketika AI dan Robot Pintar Kuasai Pabrik Hyundai
Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Infrastruktur, DPRD Banten Bedah APBD 2027
26 Tahun Banten, DPRD Dorong Pembangunan Tak Sekadar Tumbuh, tapi Berdampak
Karang Taruna Banten Siapkan Rangkaian Bulan Bakti Karang Taruna Oktober Mendatang
Segel PUPR Banten Cuma Pajangan: Billboard Ilegal di Serang Tetap Nekat Tayangkan Iklan Rokok
Karang Taruna Banten Bagikan Masker Gratis Antisipasi Abu Vulkanik Anak Krakatau
Dari Bergantung Air Hujan Kini Bisa Panen Tiga Kali, Petani Sambut Baik Langkah Gubernur Andra Soni
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:14

Karhutla Gunung Lawu Makin Meluas, Pemkab Karanganyar Tetapkan Status Tanggap Darurat

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:12

Motor MotoGP 2027 Lebih Ringan, Pebalap Ungkap Sensasi Baru Mesin 850cc

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:10

Masa Depan Manufaktur Otomotif: Ketika AI dan Robot Pintar Kuasai Pabrik Hyundai

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:16

Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Infrastruktur, DPRD Banten Bedah APBD 2027

Minggu, 4 Oktober 2026 - 06:55

26 Tahun Banten, DPRD Dorong Pembangunan Tak Sekadar Tumbuh, tapi Berdampak

Berita Terbaru