Blog

  • Dukung Prestasi Generasi Muda, Maxim Gelar English Brain Game di Kota Serang

    Dukung Prestasi Generasi Muda, Maxim Gelar English Brain Game di Kota Serang

    KONTRAS — Perusahaan layanan transportasi daring Maxim sukses menggelar kompetisi cerdas cermat antar pelajar SMA/SMK sederajat bertajuk Maxim Quiz: English Brain Game di Gedung Kwarda Gerakan Pramuka Serang, Banten.

    Kegiatan perdana ini diselenggarakan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, serta didukung oleh Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kota Serang, Ruangguru, dan Unit Kasatlantas Polresta Serang.

    Ajang ini diikuti oleh lebih dari 70 peserta dari berbagai perwakilan SMA/SMK di Kota Serang. Para siswa diuji kemampuannya melalui serangkaian soal pengetahuan umum dan bahasa Inggris yang menuntut kemampuan berpikir kritis, ketepatan, serta kecepatan.

    Head of Subdivision Maxim Serang, Samsul Syarif, mengungkapkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi pelajar untuk mengembangkan wawasan sekaligus meningkatkan rasa percaya diri.

    “Semoga kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi para pelajar untuk terus belajar, mengembangkan potensi diri, dan meraih prestasi yang lebih baik,” ujar Samsul.

    Apresiasi positif juga datang dari Koordinator Bidang SMA Dinas Pendidikan Provinsi Banten, Aji Ade Nur Samsu. Menurutnya, kalah dan menang adalah hal yang biasa, namun semangat serta jiwa kompetitif harus terus dijaga oleh para pelajar.

    Selain kompetisi akademik, acara ini turut diisi dengan edukasi keselamatan berkendara oleh Ipda Rudy Supriady dari Unit Kasatlantas Polresta Serang. Edukasi ini diberikan agar generasi muda semakin sadar dan paham akan pentingnya tertib berlalu lintas demi keselamatan di jalan.

    Dalam gelaran Maxim Quiz kali ini, SMA Negeri 6 Serang sukses keluar sebagai Juara Pertama, disusul oleh SMA Negeri 1 Serang di posisi kedua, dan SMA Negeri 5 Serang di posisi ketiga.

    Setelah sukses di berbagai kota besar seperti Jakarta, Palembang, Denpasar, dan Makassar, Maxim berkompetisi untuk terus memperluas program ini ke kota-kota lainnya, termasuk Cilegon, sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mengembangkan potensi generasi muda Indonesia.***

  • Gubernur Banten Andra Soni Tata Kawasan Zona Industri Serang Barat

    Gubernur Banten Andra Soni Tata Kawasan Zona Industri Serang Barat

    KONTRAS – Gubernur Banten Andra Soni akan melakukan penataan kawasan zona industri Serang Barat. Kawasan itu meliputi Kecamatan Bojonegara, Kecamatan Puloampel, dan Kecamatan Kramatwatu Kabupaten Serang. Penataan ditujukan penyelarasan dokumen perencanaan pembangunan antara Kabupaten Serang, Provinsi Banten, dan Pemerintah Pusat.

    “Penataan itu meliputi pembangunan infrastruktur jalan berikut dengan drainasenya, peningkatan kualitas udara, pelayanan kesehatan dan pendidikan masyarakat, peningkatan perekonomian masyarakat, penghijauan yang berkelanjutan, hingga peningkatan ekosistem bawah laut,” papar Andra Soni saat menerima audiensi perwakilan masyarakat dari tiga kecamatan itu di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Kamis (6/8/2026).

    “Dengan penataan itu, diharapkan masyarakat tidak hanya mendapatkan dampak perekonomian, tetapi aksesibilitas di sana bisa menjadi lebih baik. Pun dengan kualitas kesehatan dan kualitas hidup masyarakat,” tambahnya.

    Dikatakan Andra, potensi tiga wilayah itu sangat besar untuk menjadi pusat kawasan perekonomian yang tidak dimiliki daerah lain. Puluhan industri besar banyak beroperasi di kawasan itu. “Apalagi dilengkapi dengan fasilitas pelabuhan. Potensi itu, harus berdampak positif terhadap peningkatan perekonomian masyarakat setempat, tidak justru menjadi sumber permasalahan,” ucapnya.

    “Apa yang terjadi kepada masyarakat di sana saat ini merupakan dampak dari penataan yang kurang optimal, sehingga menimbulkan konflik yang berkepanjangan. Padahal jika dilakukan penataan yang baik, daerah di sana mempunyai potensi besar untuk maju,” tambahnya.

    Penataan pertama yang akan dilakukan berkenaan dengan pelebaran infrastruktur jalan dan drainase guna memperlancar mobilitas masyarakat, barang serta kebutuhan industri yang banyak beroperasi di tiga wilayah tersebut serta menghindari banjir yang hampir setiap tahun terjadi.

    Menurut Andra Soni, pelebaran jalan itu menjadi hal prioritas yang harus dilakukan, mengingat saat ini kondisinya sudah sangat krodit. Bahkan berdasarkan laporan yang ia terima dari masyarakat, kemacetan di sana bisa mencapai 24 jam.

    “Ini tentu sangat mengganggu terhadap aktivitas masyarakat di sana. Belum lagi polusi yang dihasilkan ribuan kendaraan yang setiap harinya melintas, bisa memperburuk tingkat kesehatan masyarakat setempat,” ungkapnya.

    Maka dari itu, lanjut Andra Soni, agar pertemuan ini tidak hanya sekedar seremonial, dirinya meminta Sekda Banten untuk membentuk satu satuan tugas (satgas) yang bertugas mengawal proses penataan dan pembangunan di tiga kecamatan itu. Satgas terdiri dari lintas sektor dan akan melaporkan progres yang sudah dilaksanakan.

    “Termasuk juga optimalisasi Keputusan Gubernur No. 567 Tahun 2025 tentang Penetapan Pembatasan Jam Oprasional dan Jalur Lalu Lintas untuk Kendaraan Angkutan Tambang Mineral bukan Logam dan Batuan di wilayah Privinsi Banten, harus benar-benar diterapkan,” ujarnya.

    Pada kesempatan itu Andra Soni juga menyinggung terkait dengan rencana pembangunan interchange untuk akses kendaraan dari Tol Tangerang-Merak ke Bojonegara dan sekitarnya. “Hal itu harus bisa ditindaklanjuti, apalagi dari pihak pengelola jalan tol sudah mewacanakan itu,” ucapnya.

    “Artinya perencanaannya sudah ada, tinggal kita kawal saja. Silahkan nanti dikoordinasikan. Karena dengan adanya interchange itu akan membantu mempermudah aksesibilitas kendaraan,” pungkas Andra Soni.

    Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten Arlan Marzan menambahkan, pada tahun ini akan dilakukan Detail Engineering Design (DED) pembangunan jalan dan drainase serta pembebasan lahan untuk pelebaran infrastruktur jalan. Di tahap pertama, panjang jalan yang akan dilebarkan mencapai 10 KM, dari simpang tiga Seruni sampai Pelabuhan Bojonegara.

    “Nanti yang membangun kementerian, karena itu masuk kategori jalan nasional. Tapi untuk proses pembangunan itu, dari kementrian membutuhkan DED-nya dari daerah. Makanya kita buat di tahun ini yang ditargetkan selesai bulan Desember 2026 berikut dengan pembebasan lahannya,” jelasnya.

    Rencana pelebaran jalan berdasarkan DED itu total lebar ruang jalannya mencapai 25 meter dengan fous pelebaran pada sisi sebelah kanan dengan berbagai pertimbangan teknis kondisi di lapangan. “Di sebelah kiri selain ada sutet, juga pemukiman padat masyarakat. Kalau untuk sebelah kanan, lahan milik industri,” katanya.

    Lebar jalannya antar arah akan dilengkapi dengan median dengan tiga lajur. Dua jalur untuk umum dan satu untuk masyarakat, termasuk dilengkapi dengan bahu jalan dan drainase. Termasuk juga penanganan terhadap jalan Provinsi yang masih butuh peningkatan akan dilakukan sesuai dengan arahan dari Gubernur Banten Andra Soni.

    Koordinator Koalisi masyarakat Bojonegara Pulo Ampel Tajudin mengungkapkan, ada beberapa aspirasi yang disampaikan kepada Gubernur Banten untuk bisa segera direalisasikan di wilayahnya. Pertama percepatan pelebaran jalan dari Seruni sampai Merak sepanjang 35 Km. Kemudian pembangunan jalan itu harus dilengkapi dengan median jalan dan drainase yang baik dengan spesifikasi yang kuat.

    “Sistem drainase yang ada saat ini sangat buruk, sehingga wajar kemudian setiap tahun sering terjadi banjir,” katanya.

    Selanjutnya, penegakan Kepgub No. 567 Tahun 2025, peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat serta reklamasi konservasi lingkungan agar kembali menjadi lebih baik lagi termasuk optimalisasi CSR untuk kesejahteraan masyarakat.

  • Ketua TP PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni: Keluarga Adalah Sekolah Pertama

    Ketua TP PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni: Keluarga Adalah Sekolah Pertama

    KONTRAS – Ketua Tim Pembina Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Banten Tinawati Andra Soni mengatakan keluarga adalah sekolah pertama. Dalam satu keluarga ada dua generasi yang sama-sama membutuhkan perhatian.

    “Keluarga tempat belajar tentang kasih sayang, kepedulian, dan nilai-nilai kehidupan,” ungkap Tinawati pada Pemberdayaan Buka Keluarga Lansia (BKL) dan Bina Keluarga Remaja (BKL) yang diikuti oleh PKK Kabupaten Tangerang dan PKK Kabupaten Serang di Gedung Serba Guna Kantor Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang Jl Syekh Nawawi Al Bantani No. 81, Budi Mulya, Kabupaten Tangerang, Kamis (6/8/2026).

    Program Pola Asuh Anak dan dan Remaja di Era Digital (PAAREDI) itu menghadirkan kalangan lanjut usia dan remaja. Remaja yang sedang mencari jati diri membutuhkan teladan. Sedangkan lansia adalah sumber kebijaksanaan.

    “Bina keluarga remaja dan bina keluarga lansia bukan sekedar program. Ini adalah gerakan untuk menghadirkan keluarga yang saling menguatkan, saling mendengarkan, dan saling mendampingi,” tambahnya.

    Tinawati juga sampaikan apresiasi atas semangat TP PKK Kabupaten Tangerang dan TP Kabupaten Serang yang terus mendampingi keluarga di tengah masyarakat.

    “Mari kita jadikan setiap kader PKK sebagai penggerak perubahan yang mampu menghadirkan keluarga-keluarga Banten yang sehat, harmonis, tangguh, dan penuh kasih sayang,” pungkasnya.

    Dalam kesempatan itu juga dilaksanakan praktik membuat kue nastar isi kurma sukari/ kurma basah bersama chef Raja Pahlevi. Dalam praktik ini ditunjukkan kiat memilih tepung terigu dan bahan lainnya tepat, proses membuat adonan yang tepat, hingga pemanggangan dan pengolesan telur yang tepat agar kulit nastar tidak retak, berkilau dan pecah di mulut.

    Kiat-kiat itu menjadi pengetahuan baru Ai Wulansari. Remaja usia 15 tahun desa Budi Mulya, Kabupaten Tangerang ini mengaku senang membuat kue-kue, salah satunya nastar.

    “Senang bikin kue nastar, bolu, dan lainnya. Ada ilmu baru cara bedakan tepung dan isi nastar beda,” ungkapnya.

    Hal senada juga diungkap Rafi Maulana. Remaja 22 tahun asal Desa Plawad, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang ini mengaku sering bantu orang tuanya membuat kue untuk dijual di kantin sekolah.

    “Dapat ilmu baru dalam memilih tepung, memilihkan bahan campuran susu, terigu yang disaring dulu, serta isian nastar,” ungkap mahasiswa akhir jurusan agroteknologi Universitas Lampung itu.

  • Hello world!

    Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!