Berita Utama

Polemik BPNT Tunai Digiring Berbelaja di Kantor Desa, Ini Kata Ketua Komisi IV DPRD Pandeglang

PANDEGLANG, KONTRAS – Program Bantuan Pangan non Tunai (BPNT) yang berbentuk tunai menuai sorotan dari berbagai pihak lantaran adanya giringan berbelanja ditiap kantor  desa membuat Ketua Komisi IV DPRD Pandeglang, Habibi Arafat angkat bicara.

Menurut Habibi, penyaluran BPNT tunai para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tidak boleh dipaksa untuk berbelanja di warung tertentu. Apalagi, sekarang banyak keluhan bermunculan lantaran barang yang dibeli mahal dan tidak berkualitas, hal ini jelas merugikan penerima manfaat BPNT.

“Dinsos sudah mempercayakan E-waroeng disetiap desa, kenapa harus dibawa kekantor desa sembakonya. Jelas ini diduga ada unsur pemaksaan. Tidak boleh dipaksa oleh seseorang atau kelompok apalagi misalnya harganya mahal atau kualitas barangnya jelek,” kata Ketua Komisi IV, Habibi Arafat kepada Kontrasinews.com, Senin (28 Februari 2022).

Pria yang aktif dipartai Golkar itu pun menyarankan agar para pendamping harus meyakinkan bakwa uang itu harus dibelikan kesembako yang sesuai dengan ketentuan. Akan tetapi, para KPM tidak boleh diarahkan atau dipaksa membeli sembako kewarung tertentu.

“Silahkan KPM beli sembako kemana saja sesuai dengan keinginan dan harga layak dipasaran,” tegasnya.

Saat ada pemaksaan dan pemotongan uang, Habibi pun meminta agar para KPM BPNT untuk berani melaporkan ke pihak berwajib. Hal ini disarankan agar memberikan efek jera kepada oknum yang tidak bertanggung jawab.

“KPM harus berani membongkar kalau ada masalah dilapangan. Selain itu harus berani melaporkan biar persoalan yang merugikan masyarakat tidak berkelanjutan,” sarannya.

Diberitakan sebelumnya, KPM BPNT di Kecamatan Labuan sebagian besar diarahkan berbelanja di kantor desa. Bahkan para KPM BPNT di Desa Kalanganyar, Kecamatan Labuan mengelun dengan daging ayam yang bau busuk.

Bukan hanya saja itu, kejadian lainnya pun terjadi di Desa Cipicung, Kecamatan Cikedal, ada KPM BPNT yang dipungut sebesar Rp 50 ribu. (Zis/Red)

admin

Share
Published by
admin

Recent Posts

Sentil Fungsi Budgeting DPRD Serang, PP-HAMAS: Jangan Gunakan Aturan untuk “Lempar Batu Sembunyi Tangan”

SERANG, KONTRAS – Kritik tajam dilayangkan PP-HAMAS terhadap pimpinan DPRD Kabupaten Serang terkait fungsi budgeting(penganggaran)…

6 hari ago

Struktur Tunjangan DPRD Kabupaten Serang di APBD 2026 Disorot Akademisi Untirta : Tunjangan Per bulan Rp50 Juta Itu Moral Hazard!

SERANG,KONTRASINEWS – Besaran tunjangan anggota DPRD Kabupaten Serang yang menyentuh angka Rp50 juta per bulan…

7 hari ago

Mobil dan Rumah Mewah Disubsidi Negara, Segini Total Tunjangan DPRD Kabupaten Serang per Bulan

SERANG,KONTRAS - Struktur penghasilan dan belanja DPRD Kabupaten Serang memperlihatkan pola yang timpang: gaji pokok…

1 minggu ago

SPI: Pembangunan Infrastruktur Jadi Pendorong Utama Kepuasan Publik di Provinsi Banten

SERANG, KONTRASINEWS — Survei Politik Indonesia (SPI) merilis hasil Survei Kepuasan Publik terhadap Kinerja Gubernur…

1 bulan ago

Satu Tahun Pimpin Banten, Andra Soni Dinilai Letakkan Fondasi Pembangunan Kuat

KONTRAS, SERANG - Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten Yudi Budi Wibowo, menilai satu tahun kepemimpinan…

2 bulan ago

Lawan Status Tersangka, Kuasa Hukum Driver Ojek Pandeglang: Kepala Daerah yang Harusnya Bertanggung Jawab

KONTRAS, PANDEGLANG – Kasus kecelakaan maut akibat jalan berlubang di Jalan Raya Pandeglang-Labuan, tepatnya di…

2 bulan ago