Berita Utama

Pembangunan Labkesda Senilai Rp 2,3 Miliar Abaikan K3, Konsultan : Saya Sering Tegur Tapi Selalu Diabaikan

PANDEGLANG, KONTRAS – Renovasi gedung Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) milik Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang yang menghabiskan anggaran Rp 2,3 Miliar diduga lemah dalam pengawasan konsultan.

Pasalnya, sejumlah pekerja dari CV. Mustika Pandeglang Berkah tak menerapkan manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi (K3) sesuai Undang-undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Berdasarkan pantauan dilapangan, disekitar lokasi proyek terlihat baliho tentang K3 dan papan informasi tentang proyek tersebut. Namun para pekerja tidak terlihat menggunakan helm dan rompi.

Menanggapi hal itu, Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Agung Lodaya menilai manajemen K3 penting digunakan, baik di proyek pemerintah maupun swasta. Ditambah biasanya, di Rencana Anggaran Biaya (RAB) K3 selalu dicantumkan.

“Jika pelaksana proyek mengabaikan K3 sama hal nya dengan menentang Undang-undang, karena memang aturan soal K3 itu jelas,” kata Agung, Selasa (20 September 2022).

Agung meminta konsultan pengawas dari proyek tersebut yakni, CV. Arwa Harja Design dan pihak Dinas Kesehatan Pandeglang mengevaluasi kinerja pelaksana agar tidak mengabaikan K3.

“Konsultan pengawas dan Dinkes jangan diam saja, K3 ini penting,” tegasnya.

Tak hanya itu, Agung juga mendesak agar pihak pelaksana menjaga kualitas pembangunan agar gedung tersebut bisa dirasakan manfaatnya dengan baik.

“Selain K3, pihak pelaksana juga harus menjaga kualitas pembangunan. Jangan sampai belum apa-apa sudah rusak akibat kualitasnya buruk,” tutupnya.

Konsultan pembangunan konsultan pengawas dari proyek tersebut yakni, CV. Arwa Harja Design Heri Lesmana mengatakan pihaknya selalu mengingatkan pihak pengusaha untuk menerapkan K3, karena itu tertuang dalam kontrak dan untuk keselamatan pekerja. Namun tegurannya selalu diabaikan oleh pihak pengusaha, padahal semua itu sudah tertuang dalam kontrak kerja.

“Gara-gara itu saya sering kena tegor pihak dinas karena sering mengabaikan K3. Bahkan banyak yang tidak menggunakan sepatu dan atribut APD saat bekerja,” tegasnya. (Zis/Red)

admin

Share
Published by
admin

Recent Posts

Tinawati Andra Soni Kenalkan Seragam Ungu Posyandu: Simbol Kebanggaan dan Pemberdayaan

SERANG, KONTRAS- Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Banten Tinawati Andra Soni memperkenalkan seragam resmi…

3 bulan ago

Gubernur Andra Soni Perintahkan ASN Pemprov Banten Responsif pada Permasalahan Masyarakat

SERANG, KONTRAS - Gubernur Andra Soni menegaskan pentingnya respons cepat dan pelayanan optimal dari seluruh…

3 bulan ago

MAUNG BANTEN SEHAT Resmi Mengaum: Ini Inovasi Digital yang Bikin Pimpinan Cek Kesehatan Anggota Cuma Sekali Klik

Serang, Kontrasinews.com – Dalam upaya konkret mewujudkan personel Polri yang sehat, tangguh, dan siap menjalankan…

3 bulan ago

Sidak Tiga Instansi di Pasar Badak: Beras Aman, Harga Medium-Premium di Bawah HET

KONTRASINEWS, PANDEGLANG- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pandeglang memastikan stok dan harga beras di…

4 bulan ago

BPDP dan IPB Training Berikan Pelatihan Komprehensif untuk Petani Sawit Lebak: Dorong Kualitas dan Kontribusi Nasional

SERANG, KONTRASINEWS – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), berkolaborasi dengan IPB Training, sedang mengadakan Pelatihan…

7 bulan ago

Sambangi Ponpes Al-Gaitsa, Ahmad Fauzi Ingatkan Santri Peran Ulama dalam Kemerdekaan RI

LEBAK, KONTRAS – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) daerah pemilihan Banten…

7 bulan ago