Berita Utama

Pemkab Pandeglang Anggarkan Rp 38 Miliar Untuk Sepedah Listrik, Mahasiswa : Masyarakat Lebih Butuh Infratruktur Jalan

PANDEGLANG, KONTRAS – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menilai Bupati Pandeglang, Irna Narulita telah menjadikan Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) sebagai komoditas politik untuk keluarganya di tahun 2024 mendatang dan mengorbankan APBD untuk pembelian sepedah listrik.

Wakabid Organisasi DPC GMNI Pandeglang, Maulana Yusuf Amrullah angkat bicara usai disetujuinya pengadaan sepedah listrik senilai Rp 38 Miliar untuk ketua RT dan RW pada Rapat Paripurna tentang penyampaian laporan Badan Anggaran (Banggar) Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (RKUA) dan Rancangan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (RPPAS) Tahun Anggaran 2023 digelar di Gedung DPRD Pandeglang.

Terkait keputusan hasil sidang paripurna tersebut, Yusuf menilai pembelian sepeda listrik untuk RT dan RW oleh bupati tersebut sangatlah ugal-ugalan dan tidak memiliki sens of crisis.

“Pengadaan sepedah listrik terlalu di paksakan, jangan sampai kemudian Bupati Pandeglang Irna Narulita menjadikan RT dan RW sebagai objek eksploitasi politik untuk kepentingan politiknya,” kata Yusuf kepada kontrasinews.com, Jumat (12 Agustus 2022).

Masih kata Yusuf, kebijakan yang dibuat oleh pemerintah seharusnya betul-betul menjawab kegelisahan masyarakat, bukan hanya sekedar penghamburan anggaran. Karena jika melihat kondisi Pandeglang, masyarakat lebih membutuhkan pembangunan insfratruktur jalan ketimbang memprioritaskan anggaran sebesar Rp 38 Miliar untuk pembelian sepedah listrik.

“Kita semua tahu bahwa Bupati Pandeglang selalu berbicara anggaran minim, PAD kecil, dan sebagainyalah. Tetapi kebijakan yang diambil oleh bupati tersebut malah bertentangan dengan apa yang ia ucapkan,” tegasnya.

Seharusnya DPRD Pandeglang pun mengkaji kembali usulan pengadaan listrik, karena sejatinya DPRD sebagai refresentasi dari masyarakat. Selain itu, di Pandeglang juga masih banyak persoalan sosial, infrastruktur jalan yang masih harus dibenahi serta masih seringnya terjadi orang sakit ditandu dan berbagai macem persoalan clasis.

“Sangat disayangkan dengan beberapa sikap Fraksi PDIP, Demokrat, PKS, PAN-PBB, Nasdem-Perindo, seharusnya mereka Mampu menganalisa terlebih dahulu perihal anggran pengadaan sepeda tersebut. Jika memang tujuannya ingin mensejahterakan RT dab RW alangkah lebih baik diperhatikan disisi tunjangannya sekalian, itu baru kongkrit,” tandasnya. (Zis/Red)

admin

Share
Published by
admin

Recent Posts

Tinawati Andra Soni Kenalkan Seragam Ungu Posyandu: Simbol Kebanggaan dan Pemberdayaan

SERANG, KONTRAS- Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Banten Tinawati Andra Soni memperkenalkan seragam resmi…

3 bulan ago

Gubernur Andra Soni Perintahkan ASN Pemprov Banten Responsif pada Permasalahan Masyarakat

SERANG, KONTRAS - Gubernur Andra Soni menegaskan pentingnya respons cepat dan pelayanan optimal dari seluruh…

3 bulan ago

MAUNG BANTEN SEHAT Resmi Mengaum: Ini Inovasi Digital yang Bikin Pimpinan Cek Kesehatan Anggota Cuma Sekali Klik

Serang, Kontrasinews.com – Dalam upaya konkret mewujudkan personel Polri yang sehat, tangguh, dan siap menjalankan…

3 bulan ago

Sidak Tiga Instansi di Pasar Badak: Beras Aman, Harga Medium-Premium di Bawah HET

KONTRASINEWS, PANDEGLANG- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pandeglang memastikan stok dan harga beras di…

4 bulan ago

BPDP dan IPB Training Berikan Pelatihan Komprehensif untuk Petani Sawit Lebak: Dorong Kualitas dan Kontribusi Nasional

SERANG, KONTRASINEWS – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), berkolaborasi dengan IPB Training, sedang mengadakan Pelatihan…

7 bulan ago

Sambangi Ponpes Al-Gaitsa, Ahmad Fauzi Ingatkan Santri Peran Ulama dalam Kemerdekaan RI

LEBAK, KONTRAS – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) daerah pemilihan Banten…

7 bulan ago