News

Aset Tanah Pemrov Banten di Jiput Digunakan Areal Parkir Liar Untuk Siswa SMP

PANDEGLANG, KONTRAS – Aset tanah milik Pemerintah Provinsi (Pemrov) Banten seluas 300 meter persegi di Jalan Raya Menes-Jiput bertepatan diKampung pamarayan, Desa Pamarayan, depan Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 Negeri Jiput dimanfaatkan sebagai tempat parkir liar untuk sepeda motor para siswa.

 

Tokoh masyarakat sekitar, Abah Dasah Hambali mengatakan bahwa tempat palkir liar tersebut sangat meresahkan masyarakat. Karena para siswa yang membawa kendaraan roda dua dipaksa untuk palkir di areal tersebut oleh oknum preman dan dipungut biaya sebesar Rp 200 ribu rupiah.

 

“Meresahkan masyarakat karena para siswa yang membawa motor dihadang dijalan raya dan dipaksa untuk palkir di lahan Pemrov Banten oleh oknum preman,” kata Abah Dase Hambali kepada Kontrasinews.com, Jumat (22 Oktober 2021).

 

Menurut Abah Dase Hambali, beberapa tahun silam lahan areal lahan palkir tersebut semoat ditutup karena ada korban pembacokan karena lahan palkir tersebut membuat kegaduhan. Akibatnya, preman yang menjadi tersangka mendapatkan hukuman dari pihak berwajib dan lahan tersebut ditutup.

 

Namun, beberapa hari yang lalu lahan palkir ini dibuka kembali karena preman tersebut sudah bebas dari Rumah Tahanan.

 

“Lahan palkir ini beberapa tahun yang lalu Itu sudah lama engga dibuka karena ada kasus pembacokan yang disebabkan ada cekcok. Sekarang oknumnya keluar, eh sekarang ini lahan paljir itu kembali dibuka dan meresahkan masyarakat kembali,” jelasnya.

 

Abah Hambali pun sebenarnya tidak mempermasalah adanya areal palkir, namun karena adanya sikap arogansi dari oknum preman yang membuat kegaduhan. Abah Hambali pun meminta agar pihak Pemrov Banten sebagai pemilik aset tanah harus bersikap tegas dan menutup lahan tersebut agar tidak dijadikan areal palkir ilegal.

 

“Sok aja kalau mau membuka lahan palkir, asal jangan membuat resah masyarakat. Dan prosedur yang legal harus ditempuh. Bukan hanya itu sisi kenyamanan juga harus diperhatikan karena tanah tersebut dekat dengan saluran air, otomatis saat hujan lebat air akan naik ke lahan palkiran. Terus berikan atap agar motor pun basah kuyup saat hujan,” pintanya.

 

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Jiput Moch Fatulah Fajri mengatakan bahwa lahan areal lahan palkir yang menempati lahan aset milik Pemrov Banten tersebut merupakan diluar kewenangan pihak sekolah. Sehingga pihaknya tidak dapat berbuat apa-apa terkait penggunaan lahan tersebut.

 

“Sekolah tidak tau apa-apa terkait prosedur penggunaan lahan tersebut. Kami pihak sekolah tidak ikut campur sama sekali, bahkan kami sudah menyerahkan kepada pihak Komite Sekolah,” tuturnya. (Zis/Red)

admin

Recent Posts

Tinawati Andra Soni Kenalkan Seragam Ungu Posyandu: Simbol Kebanggaan dan Pemberdayaan

SERANG, KONTRAS- Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Banten Tinawati Andra Soni memperkenalkan seragam resmi…

3 bulan ago

Gubernur Andra Soni Perintahkan ASN Pemprov Banten Responsif pada Permasalahan Masyarakat

SERANG, KONTRAS - Gubernur Andra Soni menegaskan pentingnya respons cepat dan pelayanan optimal dari seluruh…

3 bulan ago

MAUNG BANTEN SEHAT Resmi Mengaum: Ini Inovasi Digital yang Bikin Pimpinan Cek Kesehatan Anggota Cuma Sekali Klik

Serang, Kontrasinews.com – Dalam upaya konkret mewujudkan personel Polri yang sehat, tangguh, dan siap menjalankan…

3 bulan ago

Sidak Tiga Instansi di Pasar Badak: Beras Aman, Harga Medium-Premium di Bawah HET

KONTRASINEWS, PANDEGLANG- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pandeglang memastikan stok dan harga beras di…

4 bulan ago

BPDP dan IPB Training Berikan Pelatihan Komprehensif untuk Petani Sawit Lebak: Dorong Kualitas dan Kontribusi Nasional

SERANG, KONTRASINEWS – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), berkolaborasi dengan IPB Training, sedang mengadakan Pelatihan…

7 bulan ago

Sambangi Ponpes Al-Gaitsa, Ahmad Fauzi Ingatkan Santri Peran Ulama dalam Kemerdekaan RI

LEBAK, KONTRAS – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) daerah pemilihan Banten…

7 bulan ago