KONTRAS, SERANG – Dua puluh enam tahun perjalanan Provinsi Banten menjadi momentum untuk melihat kembali arah pembangunan daerah. Bukan hanya tentang apa yang telah dibangun, tetapi juga tentang seberapa jauh kebijakan dan program pemerintah memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
Pesan itu mengemuka dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Banten dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Provinsi Banten di Gedung Rapat Paripurna DPRD Banten, Minggu (4/10/2026).

Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Provinsi Banten H. Fahmi Hakim tersebut dihadiri Gubernur Banten Andra Soni, Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah, jajaran anggota DPRD Banten, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah pemangku kepentingan.
Mengusung tema “Banten Bergerak, Maju Berdampak”, paripurna HUT ke-26 tidak hanya menjadi forum peringatan perjalanan Provinsi Banten, tetapi juga menjadi ruang untuk menegaskan kembali arah pembangunan yang harus berpijak pada kebutuhan masyarakat.
Ketua DPRD Banten Fahmi Hakim mengatakan, bertambahnya usia Banten harus menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan seluruh elemen dalam membangun daerah.
Menurut Fahmi, pembangunan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat. Dalam konteks kelembagaan, DPRD memiliki tanggung jawab untuk memastikan aspirasi masyarakat masuk dalam proses penyusunan kebijakan melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.
“Memasuki usia ke-26 ini, kita berharap Provinsi Banten semakin maju, masyarakat semakin sejahtera, dan seluruh ikhtiar pembangunan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Banten,” ujar Fahmi.
Bagi DPRD, aspirasi masyarakat menjadi salah satu pijakan penting dalam menjalankan fungsi kelembagaan. Kebutuhan warga tidak berhenti sebagai masukan, tetapi perlu dikawal dalam proses kebijakan dan penganggaran agar memiliki arah yang jelas dan dapat diwujudkan dalam program pembangunan.
Karena itu, makna pembangunan yang berdampak menjadi penting. Kemajuan daerah tidak cukup hanya diukur melalui bertambahnya infrastruktur, program pemerintah, atau capaian administratif. Ukuran yang lebih dekat dengan masyarakat adalah manfaat yang benar-benar mereka rasakan.

Pandangan serupa disampaikan Gubernur Banten Andra Soni. Menurutnya, pembangunan daerah merupakan proses yang berlangsung lintas kepemimpinan sehingga setiap pemerintahan memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan, menyelesaikan, sekaligus memperbaiki kebijakan yang telah berjalan.
“Ada program yang dimulai oleh kepemimpinan terdahulu, kemudian diselesaikan oleh pemerintahan berikutnya. Ada infrastruktur yang manfaatnya baru dirasakan bertahun-tahun setelah dibangun. Ada juga kebijakan yang terus diperbaiki mengikuti perkembangan zaman,” ujar Andra.
Pernyataan tersebut menempatkan perjalanan 26 tahun Banten sebagai sebuah proses pembangunan yang tidak terputus oleh pergantian kepemimpinan. Apa yang dibangun hari ini dapat menjadi fondasi bagi kebutuhan masyarakat pada masa mendatang.
Namun, keberlanjutan pembangunan juga membutuhkan ukuran yang jelas: apakah kebijakan tersebut mampu menjawab persoalan masyarakat.
Andra menegaskan, tema “Banten Bergerak, Maju Berdampak” harus diterjemahkan melalui kerja pemerintahan yang mampu menjawab persoalan masyarakat. Pembangunan, menurutnya, bukan sekadar mengenai program yang selesai dilaksanakan, tetapi mengenai persoalan yang berhasil diselesaikan.
Pesan tersebut sekaligus memperkuat peran DPRD dalam mengawal kebijakan pembangunan melalui fungsi penganggaran dan pengawasan. Setiap kebijakan publik pada akhirnya perlu dikembalikan pada tujuan utamanya, yakni menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Memasuki usia ke-26, Banten memiliki perjalanan panjang sekaligus pekerjaan yang masih harus diselesaikan. Di tengah perubahan kebutuhan masyarakat dan tantangan pembangunan daerah, sinergi pemerintah dan DPRD menjadi bagian penting untuk memastikan kebijakan tetap berjalan pada jalurnya.
Bagi DPRD Banten, momentum HUT ke-26 menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak berhenti pada angka pertumbuhan maupun daftar program. Pembangunan harus bergerak menuju sesuatu yang lebih konkret: masyarakat yang semakin sejahtera dan manfaat kebijakan yang semakin terasa.
Dengan semangat “Banten Bergerak, Maju Berdampak”, perjalanan 26 tahun Provinsi Banten diharapkan tidak hanya menjadi catatan tentang usia sebuah daerah, tetapi juga tentang sejauh mana pembangunan mampu menghadirkan perubahan bagi masyarakatnya. (ADV)






