PANDEGLANG, KONTRAS – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Pandeglang mengaku heran dengan obat-obatan di RSUD Pandeglang yang sering kosong. Padahal, Pemkab Pandeglang sudah menganggarkan sebesar Rp 12 Miliar dari Anggran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Murni pada 2021 sebesar Rp6 miliar dan APBD perubahan Rp6 miliar.
Ketua PC IMM Pandeglang Sadin merasa heran dengan anggaran yang besar ketersediaan obat-obatan malah kosong. Ini semua ini jelas tidak relevan dengan kondisi yang terjadi, apalagi sekarang banyak pasien yang membutuhkan obat terpaksa harus membeli di apotik luar.
“Kekosongan obat di RSUD Pandeglang bukan hanya kali ini saja terjadi, akan tetapi sering terjadi berulang kali. Akibatnya pasien tidak mampu harus membeli obat dari luar apotik Rumah Sakit, saat pendampingan pasen di RSUD beberapa kali kami mengalami itu,” tuturnya, Jumat (17 Des 2021).
Menurut Sadin, Bupati harus segera turun tangan menangani persoalan ini, karena kekosongan obat kali ini bukan pertama kalinya terjadi di lingkungan RSUD Pandeglang. Semua itu dirasakan Sadin saat mendampingi pasien-pasien kurang mampu.
“Kami sering mengalami hal serupa, terhadap pasien-pasien kurang mampu yang kami dampingi berobat di RSUD Pandeglang,” tuturnya.
Semua itu dikatakan Sadin karena anggaran yang dikucurkan oleh Pemkab Pandeglang untuk pengadaan obat-obatan sangatlah besar. Sehingga tidak wajar, jika ditemukan pasien yang harus membeli obat dari luar Rumah sakit.
“Yang kami temukan saat investigasi yang membeli obat-obatan diluar rumah sakit itu pasien peserta BPJS. Ini jelas menjadi pertanyaan besar,” imbuhnya.
Ia berharap RSUD Pandeglang transparan saat mengelola obat-obatan yang didanai Pemkab Pandeglang. Semua itu agar warga yang kurang mampu mengetahui penyebab obat-obatan yang habis.
“Maka kami sangat berharap pihak RSUD Berkah Pandeglang mau transparan terkait penggunan anggaran tersebut.” Pungkas Sadin Maulana.
Diberitaian sebelumnya, Humas RSUD Berkah Pandeglang dr. Achmad Chubaesi membenarkan ada beberapa item obat yang mengalami kekosongan. Akibatnya, pasien yang sedang rawat inap terpaksa harus membeli obat ke luar rumah sakit. Saat ditanya terkiat jenis obat apa saja yang kosong, dia tak menyebutkannya.
“Betul, ada beberapa item obat yang harus dibeli diluar oleh pasien, karena pasokan habis,” kata dr. Achmad Chubaesi melalui telpon seluler, Rabu (15 Desember 2021). (Zis/Red)
SERANG, KONTRAS- Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Banten Tinawati Andra Soni memperkenalkan seragam resmi…
SERANG, KONTRAS - Gubernur Andra Soni menegaskan pentingnya respons cepat dan pelayanan optimal dari seluruh…
Serang, Kontrasinews.com – Dalam upaya konkret mewujudkan personel Polri yang sehat, tangguh, dan siap menjalankan…
KONTRASINEWS, PANDEGLANG- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pandeglang memastikan stok dan harga beras di…
SERANG, KONTRASINEWS – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), berkolaborasi dengan IPB Training, sedang mengadakan Pelatihan…
LEBAK, KONTRAS – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) daerah pemilihan Banten…